ProFiles

ProFiles

Minggu, 30 Juli 2023

Koptan Rumput Laut Buton Tengah Deklarasikan Gus Imin Presiden 2024


LAKUDO – SC.
Sebanyak 36 orang anggota Kelompok Tani Rumput Laut Desa Matawine Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah Sulawesi Tenggara mendeklarasikan Gus Muhaimin Iskandar sebagai Calon Presiden 2024 mendatang.

Seperti yang diketahui bahwa selama ini memang sejumlah kelompok akar rumput terus mendeklarasikan dan mengusung ke Gus Imin sebagai calon presiden RI mendatang. Karena itu, maka giliran Koptan Rumput Laut Matawine juga sepakat mengusung Gus Imin sebagai satu-satunya calon yang dijagukan sebagai Capres 2024.

Ketua Kelompok Tani Rumput Laut, Jamaluddin, usai deklarasikan kepada wartawan www.sulawesichannel.com membenarkan kalau kelompoknya memang secara sadar menjagokan Gus Imin sebagai Capres mendatang dibanding dengan calon-calon lainnya.

“Kami mendeklarasikan Bapak Muhaimin Iskandar sebagai calon Presiden Tahun 2024 karena menurut kami beliaulah tokoh yang cocok memimpin Indonesia kedepan agar Indonesia lebih maju, dan masyarakat lebih sejahtera lagi,” ungkap Jamaluddin.  

Pimpinan para petani rumput lain ini menilai Muhaimin Iskandar adalah tokoh yang nasionalis dan agamis, serta peduli dengan pembangunan di desa terutama perhatian kepada kelompok tani dan nelayan.

Jamaluddin juga mengurai bahwa petani rumput laut saat ini memang kadang rundung kegagalan panen. “Faktor utamanya menurunnya produksi ini adalah keterbatasan sarana dan peralatan untuk bubidaya rumput laut,” lanjutnya.

Memang telah dilakukan budidaya selama ini, bahkan sudah bertahun-tahun, dan memang itu satu-satunya penghasilan bagi kelompok. “Kendala lain soal keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam budidaya, termasuk pemilihan bibit,” ungkapnya.

Juga tak kalah pentingnya bagi petani adalah tali gantungan budidaya, karena sebanyak bentangan, maka semakin besar volume produksi yang bisa diharapkan petani. “Tentu juga yang selalu jadi perhatian petani adalah soal kondisi atau kadar air, yang kadang sangat merugikan petani, contoh hujan dan lainnya,” terusnya.

Ia juga mengharapkan bahwa dengan Gus Imin bila naik jadi presiden, maka dana desa lebih besar lagi sehingga bantuan kepada para petani rumput laut semakin besar dan merata, utamanya untuk pemasarannya. “Sebenarnya sudah ada peluang pemasaran, karena sudah ada BUMDes. Namun BUMDes masih mengalami keterbaasan modal, makanya kalau dana desa besar, maka modal BUMDes juga besar, dan manfaat yang kami terima juga besar meski itu pinjaman,” kuncinya. (la ode hayati)

Senin, 24 Juli 2023

Gapoktan Kasumeto Berjuang Bersama Gus Imin Perjuangkan Nasib Petani



PAKUE – SC.
Gabung Kelompok Tani Bersama yang berasal dari Koptan Tongkol 2, Koptan Jagung Raya, Koptan Cengkeh, Koptan Cokla I dan Koptan Coklat II, yang masing-masing anggotanya 25 orang mendeklarasikan Gus Muhaimin Iskandar sebagai Calon Presiden 2024 mendatang, Senin 23 Juli 2023 di Lahan Perkebunan dataran Tinggi.

Gapoktan Bersama yang bermarkas di Dataran Tinggi Desa Kasumeto, Kecamatan Pakue Kabupaten Kolaka Utara Provinsi Sulawesi Tenggara tersebut, dengan ciri kelompoknya masing-masing secara tegas mendukung Gus Imin.

Salah Satu Ketua Gapoktan tersebut, Rusmin, mengungkapkan bahwa kelompok yang dibinanya bersama dengan beberapa kelompok tani lainnya, kesehariannya adalah menghabiskan waktunya diantara tanaman-tanaman jangka pendek dan jangka panjang.

“Awalnya memang kami berjalan dengan inisiatif sendiri, dan memang sudah lama berinteraksi dengan pemerintah daerah. Namun kami menyadari bahwa masih minimnya perhatian beberapa pihak kepada kami sebagai petani, dan telah melihat bagaimana program dan keberpihakan Gus Imin kepada para petani membuat kami berpihak kepadanya,” ungkapnya.

Beberapa program, seperti bantuan benih, dan utamanya pupuk yang selama ini juga langka di petani, membuat kelompok berinisiatif. “Kami memang sangat tergantung kepada pupuk, karena kami tidak mungkin menanam jagung kalau pupuk tidak tersedia,” ungkap Ketua Kelompok Tani Jagung Raya Muhammad Sain.

Ia mengakui, kesulitan besar petani adalah pupuk, kemudian mahalnya pestisida. Kedua ini mutlak dibutuhkan petani, utamanya disaat-saat mau menebar bibit, karena pihaknya tidak berani menanam kalau pupuk dan pestisida tidak terjamin ketersediaannya.

“Satu sisi, keduanya mahal, itupun kalau ada. Olehnya, pemerintah pusat di masa mendatang, memang harus lebih banyak memperhatikan petani, karena dengan bertani, utamanya jagung, maka warga Desa Kasumeto ini dapat lebih terjamin ekonominya.

Ia mengakui kalau penghasilan tahunan memang tidak diragukan, ada cengkeh, ada coklat, durian dan tanaman lainnya. Namun untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya anak sekolah, maka pihaknya mengandalkan jagung.

“Jadi kalau pupuk dan pestisida terjamin meskipun mahal, maka produksinya dapat juga lebih besar. Artinya kalau produksi besar, maka penghasilan juga semakin baik,” kuncinya.

Dengan gambaran dan pengakuan dari gabungan kelompok tani dan warga Desa Kasumeto ini, adalah kilasan tentang kehidupan para petani di Kolaka Utara ini, dimana memang dibutuhkan kebijakan yang tegas yang berpihak kepada petani secara nyata.

Kebutuhan akan warga dan petani ini adalah salurannya di Gus Muhaimin, maka anak idiologis Gus Dur ini diusung sebagai Capres 2024 dengan harapan nantinya akan semakin memperbaiki kondisi sosial kehidupan para petani di desa-desa. (TimBagusMIPakue)

Rabu, 19 Juli 2023

Kaum Tani Ghonsume Ikrarkan Gus Muhaimin sebagai Calon Presiden 2024

 

MUNA - SC. Sebanyak 25 dari Kelompok Tani Desa Ghonsume di Kec.Duruka, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, telah mendeklarasikan Gus Muhaimin Iskandar sebagai presiden 2024 mendatang.


Sukinah, Ketua Kelompok Tani Desa Ghonsume, membenarkan keinginan anggotanya memilih Gus Muhaimin untuk pemilihan presiden 2024 mendatang. "Siap mendukung Gus Muhaimin Iskandar sebagai Presiden Tahun 2024 karena Gus Muhaimin Iskandar terbukti selalu konsisten dalam memperjuangkan hak hak petani dan terlebih khusus lagi peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat desa," katanya.

Diketahui bahwa banyak warga bersimpati kepada Gus Muhaimin Iskandar, khususnya petani. Pasalnya, beberapa program Gus Imin selama ini bersentuhan langsung dengan warga desa, seperti pembangunan pertanian dan penguatan kelompoknya.

Nama Gus Imin sudah menggema di masyarakat Sulawesi Tenggara sejak awal, apalagi selama ini desa banyak mendapat bantuan dan dukungan, terutama kebijakan Dana Desa yang langsung menyasar berbagai kelompok masyarakat.

 “Ya, kami sebagai Kelompok Tani  tentu ingin calon presiden berpihak kepada kami karena bagaimanapun juga kami terutama anggota kelompok mengandalkan hasil pertanian untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah anak-anak kami,” kata Sukinah.

Lebih lanjut Ia mengatakan, wajar jika Gus Imin kini berada di pucuk pimpinan negara, yakni presiden mendatang atau setidaknya wakil presiden, karena mereka sebenarnya juga kader mantan presiden Indonesia Gus Dur. Sudah saatnya seseorang mewarisi cita-cita Gus Dur sebagai pemimpin negara, dan selain kerabat dekat Gus Dur, Gus Imin juga sangat mengetahui gagasan Gusdur, bahkan Gus Imin juga merupakan penggagas partai politik yang didirikan oleh Gus Dur. (abdurahman)

Senin, 17 Juli 2023

Koptan Tunas Muda Sultra Deklarasikan Gus Muhaimin

KENDARI - DESASultra. Kelompok Tani Tunas Muda Desa Morome Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan Sulawesi Tenggara mendeklarasikan Gus Muhaimin Iskandar sebagai Presiden 2024 menatang.


Sebanyak 19 anggota Koptan Tunas Muda, yang umum terdiri atas perempuan, yang memang juga banyakan warga trans Jawa, sepakat bahwa Presiden Indonesia 2024 mendatang setelah Jokowi adalah Gus Imin.

Ketua Kelompok Tani Tunas Muda, Sutomo, membenarkan aspirasi anggotanya, yang juga adalah kumpulan perermpuan penjual sayur selain bertani, memilih Gus Muhaimin sebagai Carpres 2024 mendatang. “Itu pilihan terbaik bagi kami disini,” ujarnya.

Seperti diketahui selama ini bahwa Gus Muhaimin Iskandar sungguh wajar kalau mengalir simpatik dari warga, utamanya kaum tani dan nelayan. Karena selama ini memang beberapa program Gus Imin bersentuhan langsung dengan warga desa, seperti pengembangan pertanian dan penguatan kelompok-kelompoknya.

Sejak awal gaung Gus Imin bagi masyarakat Sultra sudah lama berdengung, apalagi memang di desa-desa yang selama ini bantuan dan dukungan, utamanya soal-soal kebijakan dana desa yang oreintasi pemanfaatnya langsung ke berbagai kelompok warga.

“Ya kami sebagai salah satu kelompok tani hortikultura, tentu mengharapkan Capres yang berpihak kepada kami, karena meman kami sekeluarga, utamanya anggota kelompok memang mengandalkan tanaman jangka pendek untuk kebutuhan sehar-hari dan biaya sekolah anak-anak kami,” ungkap Sutomo.

Dalam kesehariannya, Koptan ini membagi peran sesama anggota kelompk, yakni kaum lelakinya lebih banyak mengurusi tanaman dan serta pemeliharaannya, sedangkan para istrinya atau anggota kelompok tani perempuannya dikhususkan untuk berjualan.

“Jadi setiap pagi puluhan istri-istri atau anggota tani perempuan beriringan memasuki Pasar Baruga untuk menyetor sayuran dan buah-buahanya. Namun kadang kala juga berkeliling desa dan kecamatan untuk medagangkan hasil-hasil kebun tersebut dalam keadaan segar dan alami,” tambahnya. (sdarampa)

Koptan Tunas Muda Sultra Deklarasikan Gus Muhaimin

 KENDARI - DESASultra.Kelompok Tani Tunas Muda Desa Morome Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan Sulawesi Tenggara mendeklarasikan Gus Muhaimin Iskandar sebagai Presiden 2024 menatang.


Sebanyak 19 anggota Koptan Tunas Muda, yang umum terdiri atas perempuan, yang memang juga banyakan warga trans Jawa, sepakat bahwa Presiden Indonesia 2024 mendatang setelah Jokowi adalah Gus Imin.

Ketua Kelompok Tani Tunas Muda, Sutomo, membenarkan aspirasi anggotanya, yang juga adalah kumpulan perermpuan penjual sayur selain bertani, memilih Gus Muhaimin sebagai Carpres 2024 mendatang. “Itu pilihan terbaik bagi kami disini,” ujarnya.

Seperti diketahui selama ini bahwa Gus Muhaimin Iskandar sungguh wajar kalau mengalir simpatik dari warga, utamanya kaum tani dan nelayan. Karena selama ini memang beberapa program Gus Imin bersentuhan langsung dengan warga desa, seperti pengembangan pertanian dan penguatan kelompok-kelompoknya.

Sejak awal gaung Gus Imin bagi masyarakat Sultra sudah lama berdengung, apalagi memang di desa-desa yang selama ini bantuan dan dukungan, utamanya soal-soal kebijakan dana desa yang oreintasi pemanfaatnya langsung ke berbagai kelompok warga.

“Ya kami sebagai salah satu kelompok tani hortikultura, tentu mengharapkan Capres yang berpihak kepada kami, karena meman kami sekeluarga, utamanya anggota kelompok memang mengandalkan tanaman jangka pendek untuk kebutuhan sehar-hari dan biaya sekolah anak-anak kami,” ungkap Sutomo.

Dalam kesehariannya, Koptan ini membagi peran sesama anggota kelompk, yakni kaum lelakinya lebih banyak mengurusi tanaman dan serta pemeliharaannya, sedangkan para istrinya atau anggota kelompok tani perempuannya dikhususkan untuk berjualan.

“Jadi setiap pagi puluhan istri-istri atau anggota tani perempuan beriringan memasuki Pasar Baruga untuk menyetor sayuran dan buah-buahanya. Namun kadang kala juga berkeliling desa dan kecamatan untuk medagangkan hasil-hasil kebun tersebut dalam keadaan segar dan alami,” tambahnya. (sdarampa)

Senin, 26 Juni 2023

Desa Morini Jaya Produksi Sabun Cuci Sendiri

https://youtu.be/T86F4F4hUBk


Perjalanan Bang Jay kali ini sudah berada di Desa Morini Mulya Kecamatan Landono Kabupatnen Konawe Selatan. "Kebetulan saya sudah bersama kepala desa dan ibu-ibu PKK yang berhasil membuat produk UMKM sabun curi piring morina. Saya akan banyak bercerita mengenai bagaimana awalnya sehingga produk sabun cuci piring ini ada, dan tentunya saat ini telah menjadi produk unggulan UMKM di Desa Morini Mulya." tanya Bang Jay


Tulus Sudibyo, Kepala Desa Morini Mulya mengatakan bahwa sudah menjadi tanggung jawab pemerintah dalam upaya mensejahterakan masyarakat.

"Dalam rangka mengembangkan perekenomian dan kesejahteraan masyarakat kami mendorong giat-giat UMKM semakin banyak di desa maka secara otomatis akan berdampak pada perekonomian masyarakt di desa. Contohnya produk sabun curi piring morina." ujarnya

Morina dalam bahasa setempat berarti bersih. Desa Morini Mulia juga penghasil jeruk yang menjadi bahan baku dasar sabun curi piring morina.


"Di desa kami jeruk ini melimpah. Awalnya jeruk ini tidak bernilai namun setalah adanya produk, jeruk yang berlimpah ini sudah mulai bernilai dan kemudian digunakan sebagai bahan baku pembuatan produk unggulan desa yakni sabun cuci pirin morina." lanjut Kades

Terobosan demi torobosan terus dilakukan hingga akhirnya dapat dilirik oleh pemodal khusunya pemerintah pusat hingga ke daerah

"Produk kami ini jika didekteksi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, itulah yang menjadi kekhawatiran karena masih terkendala perizinan semoga kedapan ini melalui bantuan pendamping desa kita dapat difasilitasi untuk masalah perizinan." ujarnya

Salah satu ibu PKK yang turut memproduksi sabun cuci piring menjelaskan proses pembuatan masih menggunakan cara-cara manual

"Pembuatan pertama dalam 25 botol itu memakan waktu 1 jam yang lama itu proses fregmentasi selama 3 hari sudah dengan pengemasannya, karena ngaduknya itu pakai dayung perahu sehingga ibu-ibu PKK di sini semua berotot." ujarnya sambil tertawa


Ibu susi menjelaskan produk cuci piring ini masih beredar di sekitar Desa Morini Mulya dan desa-desa tetangga

"Terus terang pak peminat sabun cuci piring ini sangat banyak karena kandungan jeruk nipisnya itu sangat kental karena di desa ini adalah penghasil jeruk nipis. Bahan-bahan dasar lainnya dari bahan kimia, dan kami perolah dari suplayer di Jawa, Surabaya dan sekitannya. Dimana yang ada bahannya disitu kita beli tentu dengan dosis yang pas." tutupnya.

Ia juga berharap semoga awal tahun depan sudah dapat dinikmati di seluruh Indonesia produk sabun cuci piring morina

Akhirnya Kepala Desa Morini Mulya berharap kepada pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten bahwa untuk memberikan perhatian khusus dalam rangka tumbuh kemangnya giat UMKM di desa.

"Harapan kami semoga apa yang kami telah lakukan di desa ini dapat diketahui juga oleh Pk Mentri Desa supaya apa yang menjadi keluh kesah kami di desa ini dapat diakomodir oleh kementrian." tutupnya. #timmediabangjay

Minggu, 25 Juni 2023

Koptan Wanita Bahutara, Deklarasikan Gus Imin Jadi Presiden 2024

  link vedio sulawesichannel : https://youtu.be/qTSGU_ixwOI


Sebanyak 35 orang kaum tani perempuan yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani Desa Bahutara Kec.Kontukonuwa Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara mendeklarasikan Gus Muhaimin Iskandar sebagai Presiden 2024 mendatang.

 Kaum emak-emak ini meyakini bersama dengan warga lainnya dari Desa Bahutara bahwa seorang Muhaimin Iskandar adalah sosok pemimpin muda yang mampu meneruskan kerja-kerja nyata Jokowi dan memiliki pengetahuan (visi, red) yang mumpuni kedepan.

 Apalagi katanya bahwa Muhaimin yang lebih akrab dipanggil Gus Imin ini memang berasal dari kaum ‘bangsawan’ (istilah lokal Muna) dari Nahdatul Ulama, sebuah organisasi keagamaan yang terbesar di Indonesia.


 Sebagai orang yang lahir dan dibesarkan dalam tradisi NU, apalagi NU Jawa, maka Gus Imin sudah memiliki syarat pengetahuan dan kemampuan serta pengalaman yang banyak dan diakui oleh semua kalangan, bahkan para kiyai dan ulama di nusantara.

 “Malah katanya informasi yang sampai ke kami yang dituturkan oleh para relawan Muhaimin yang juga keluarga besar kami di Kecamatan Kontukonuwa bahwa justru pak Muhaimin Iskandar memang didorong atau diretui oleh para kiyai, dan memang tidak mungkin pak Muhaimin mau maju kalau tidak direstui oleh para orang-orang tuanya, yaitu itu para ulama dan kiyai,” ungkap Ketua Kelompok Wanita Tani Bahutara,

 Menurutnya, saat ini memang sudah sewajarnya kalau Gus Imin mengambil peran dalam kepemimpinan Nasional, yaitu presiden atau setidaknya wakil presiden mendatang, karena memang juga adalah kader-kader dari mantan presiden Indonesia yaitu Gus Dur.

 Saatnyalah penerus cita-cita Gus Dur untuk pemimpin bangsa sudah ada yang mewarisi, apalagi Gus Imin selain keluarga dekat Gus Dur, juga Gus Imin memahami pemikiran Gus Dur secara baik, dan bahkan Gus Iminlah yang membesarkan partai yang didirikan oleh Gus Dur.
#arduk.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar


Koptan Wanita Bahutara, Deklarisikan Gus Imin Jadi Presiden 2024

 link vedio sulawesichannel : https://youtu.be/qTSGU_ixwOI


Sebanyak 35 orang kaum tani perempuan yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani Desa Bahutara Kec.Kontukonuwa Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara mendeklarasikan Gus Muhaimin Iskandar sebagai Presiden 2024 mendatang.

 Kaum emak-emak ini meyakini bersama dengan warga lainnya dari Desa Bahutara bahwa seorang Muhaimin Iskandar adalah sosok pemimpin muda yang mampu meneruskan kerja-kerja nyata Jokowi dan memiliki pengetahuan (visi, red) yang mumpuni kedepan.

 Apalagi katanya bahwa Muhaimin yang lebih akrab dipanggil Gus Imin ini memang berasal dari kaum ‘bangsawan’ (istilah lokal Muna) dari Nahdatul Ulama, sebuah organisasi keagamaan yang terbesar di Indonesia.


 Sebagai orang yang lahir dan dibesarkan dalam tradisi NU, apalagi NU Jawa, maka Gus Imin sudah memiliki syarat pengetahuan dan kemampuan serta pengalaman yang banyak dan diakui oleh semua kalangan, bahkan para kiyai dan ulama di nusantara.

 “Malah katanya informasi yang sampai ke kami yang dituturkan oleh para relawan Muhaimin yang juga keluarga besar kami di Kecamatan Kontukonuwa bahwa justru pak Muhaimin Iskandar memang didorong atau diretui oleh para kiyai, dan memang tidak mungkin pak Muhaimin mau maju kalau tidak direstui oleh para orang-orang tuanya, yaitu itu para ulama dan kiyai,” ungkap Ketua Kelompok Wanita Tani Bahutara,

 Menurutnya, saat ini memang sudah sewajarnya kalau Gus Imin mengambil peran dalam kepemimpinan Nasional, yaitu presiden atau setidaknya wakil presiden mendatang, karena memang juga adalah kader-kader dari mantan presiden Indonesia yaitu Gus Dur.

 Saatnyalah penerus cita-cita Gus Dur untuk pemimpin bangsa sudah ada yang mewarisi, apalagi Gus Imin selain keluarga dekat Gus Dur, juga Gus Imin memahami pemikiran Gus Dur secara baik, dan bahkan Gus Iminlah yang membesarkan partai yang didirikan oleh Gus Dur.
#arduk.

#GusMuhaiminPresiden2024

 


Rabu, 21 Juni 2023

Gus Imin sudah dipingit

 #GusIminDipingit 

#MuhaiminIskandar 

#PartaiKebangkitanBangsa



Biji Kelor untuk Kejantan, Herbal Terbaru dari Gone Balano

 Bang Jay sudah berada di Desa Gone Balano, Kecamatan Duruka, Kabupaten Muna. Seperti biasa dalam perjalanan, kali ini akan melihat potensi desa dan Bumdes. "Disini yang paling khas adalah minuman herbal biji kelor, stik rumput laut, dan produk unggulan UMKM lainya di Desa Gone Balano. Bagaimana awalnya sehingga produk-produk ini lahir seperti halnya minuman herbal biji kelor dan stik rumput laut?" tanya Bang Jay


Bainun, pelaku UMKM di Desa Gone Balano mengakui bahwa produk unggulan tersebut terispirasi pada pelatihan pembuatan pupuk alami tanaman yang dilakukan oleh Pendamping Desa.

"Jadi setalah kegiatan pelatihan tersebut saya berbincang-bincang dengan pelatihny. Mulailah kita bahas pengolahah biji kelor dan meramunya menjadi minuman herbal biji kelor." jelasnya

Walaupun saat ini pengolahan minuman herbal biji kelor masih diproduksi secara manual namun sudah diikutkan dalam ajang 10 program PKK.

"Pada saat itu ditampilkan di pameran 10 Program Unggulan PKK di Kabupaten Muna, alhamdulilah minuman herbal ini mendapatkan kesempatan mengikuti kegiatan tersebut. Lalu kami didampingi BUMN tentang bagaimana pengemasan dan lain-lain. Alhamdulillah tampilannya sudah lebih baik dari sebelumnya." tambah Bainun


Rumput laut juga memiliki kisah yang sama. Berawal dari pelatihan yang difasilitasi oleh Pendamping Desa.

"Alhamdulillah ada pelatihan lagi di desa berupa produk makanan olahan dengan berbahan baku rumput laut. Alhamdulillah dengan pelatihan tersebut kita membentuk kelompok. Alhamdulillah sampai saat ini masih eksis dan berjalan dengan baik. Adapun produk makanan olahan lainya adalah kerupuk dan cendol rumput laut." sambungnya

Kepala Desa Gone Balano, Muhammad Erik mengatakan pengembangan produk unggulan desa di Gone Balano berdasarkan potensi desa.

"Kebetulan kemarin Ibu Bainun memberitahu kami bahwa bahan baku yang digunakan murni dari D3sa Gone Balano. Olehnya itu kami berusaha memaksimalkan bahan baku tersebut hingga memiliki daya jual yang baik. Rumput laut dan kelor sangat banya di desa kami, dan kami sangat menyadari modal kerjanya masih sangat minim. Jadi proses pengembangannya itu kita dorong dari segi permodalan." ujar kepala desa

Muhammad Erik bersyukur dan mengapresiasi produk unggulan desa dan potensi desa wisata, sebagai bagian dari potensi Sulawesi Tenggara.


"Harapan saya selaku kepala desa, khususnya kepada pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat, agar dapat melihat dan melirik potensi ini karena bahan baku dari produk ini sangat alami dan mendapatkan perhatian serius dari pemerintah, agar produksinya dapat berkembang dan semakin baik." tutup Erik

Bainun pun sangat berterima kasih kepada pemerintah desa yang telah mendukung produk ini sehingga menjadi unggul di Kabupaten Muna dan Sulawesi Tenggara.

"Kami pada prinsipnya masih sangat kekurangan alat produksi semoga ada bantuan dari pemeritah pusat, pemerihta provinsi ataupun pemerintah kabupaten sehingga produk kami ni dapat menjadi produk unggulan lokal, nasional, dan dunia." tutup Bainun yang juga PLD Kecamatan Duruka. (timmedia#bangjay)


Senin, 12 Juni 2023

Pajala, Pantai Pasir Merah - Muna Barat

https://youtu.be/78ReoU97Glc 

Kali ini Bang Jay ini sudah berada di Kabupaten Muna Barat tepatnya di Pantai Pajala Desa Pajala Kecamatan Maginti Sulawesi Tenggara.


"Kita akan bercerita sejenak dan mengeksplorasi banyak hal bersama dengan Pak Desa dan Pak Sekdes sehingga Pantai Pajala ini dapat menjadi penopang tumbuh kembangnya perekonomian di Desa Pajala dan menjadi destinasi wisata yang banyak dikunjungi di Kabupaten Muna Barat." ujar Bang Jay

Kaimuddin, Kepala Desa Pajala mengatakan pantai tersebut awalnya dikenal dengan sebutan bhone kadea atau pasir merah. 


"Awalnya ini dikenal dengan pasir merah. Pada tahun 2015 dana pertama dari Dana Desa, saat itu saya masih menjadi sekretaris desa dan bermusyawarah untuk melakukan perintisan pasir merah ini dengan menelan anggaran Rp250 Juta sebagai pembukaan pantai ini." katanya

Tahun 2016 pengelolaan pantai diambil alih oleh pemerintah kabupaten. "Harapan kami ketika pengelolaan Pantai Pajala diambil alih oleh pemerintah daerah, semakin baik dan bekembang, karena pengunjungnya ini sangat padat khususnya di hari-hari libur. Apalagi setelah masyarakat Muna Barat mengetahui objek wisata ini semakin banyaklah yang berwisata di pantai ini." lanjut Kaimuddin.

Salah satu masalah yabg dikeluhman Kaimuddin adalah kurangnya fasilitas penunjang seperti lahan parkir. "Memang kita disini kekurangan lahan parkir dan semoga pemerintah daerah yang mengelola Pantai Pajala ini dapat melihat dan membantu membangun lokasi parkiran kendaraan baik kendaraan roda dua mapun roda empat." ujarnya

Menurut Sekretaris Desa Pajala, setiap Musrembang ia mewakili pemerintah dan selalu mengusulkan pembangunan lahan parkir.  "Besar harapan kami kalau memang pemerintah daerah merasa kesulitan membangun lahan parkir tersebut untuk dikembalikan ke desa sehingga dapat dikelola oleh desa sehingga dapat menambah PADes Desa Pajala." ujarnya


Pengembangan pantai pajala telah dilakukan sejak tahun 2018, dan sudah tidak terawat lagi. "Dari pemerintah daerah itu menugaskan hanya satu orang itupun juga sudah orang tua renta untuk mejaga kebersihannya dan lain sebagainya. Tentunya kerja sama antara pemerindah desa dan pemerintah kabupaten dapat memberikan spirit dan sinergi positif yang mampu menjadi inspirasi bagi kita semua." sambung sekdes.

Kaimuddin, Kepala Desa Pajala, mengetahui persis potensi desanya. "Sehingga apa yang menjadi icon desa kami yang mayorita nelayan, kami harapkan pengunjung yang datang akan membawa sesuatu buat dijadikan kenang-kenangan." Tutupnya. (timbangjay)

Selasa, 06 Juni 2023

Napabale, Terowongan Antara Darat dengan Laut

link yotube. silahkan klik : https://youtu.be/u8N-lAwz0OA


Perjalanan Bang Bay kali ini adalah mengunjungi Danau Napabela yang terletak di Desa Lohiya Kecamatan Lohiya Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara.

"Alhamdulillah sekarang saya sudah bersama Kepala Desa Lohiya. Saya akan berbincang soal bagaimana mengembalikan kejayaan Napabale ini." Kata Bang Jay

Sarjon, Kepala Desa Lohiya mengatakan bahwa untuk mengembalikan kejayaan Napabale seharusnya indentifiasi potensinya.


"Sebelum saya uraikan tentang Napabale, saya ingin memberitahukan bahwa sebelum masuk ke area Napabele ini ada beberapa destinasi wisata luar biasa yang wajib dikunjungi seperti halnya air citalo." ujar Sarjon

"Ketika kita turun ke mata air Amororondo, memang gelap dengan kedalaman goa kira-kira 20 meter dan kedalam air kurang lebih 6 meter. Uniknya ketika kita cuci muka memakai mata air itu otomatis akan menjadi terang inilah keunikannya." Sambungnya. Ia juga mengatakan bahwa pada zaman pendudukan Jepang ada jejak tempat shalat dari Kapitalao Lohiya yang sampai sekarang masih terpelihara.

Pada kenyataannya, di Danau Napabele ada objek wisata yang sesungguhnya akan ditemukan deretan pulau yang kharismatik.


"Untuk di ketahui, menuju deretan pulau yang kharismatik itu kita harus melewati terowongan dan terowongan ini kalau air pasang kita tidak bisa masuk. Adalagi objek wisata danau Ubur-ubur dan pantai pasir putih." ujar Sarjon

Ketika Bang Jay menannyakan orientasi pengembangan yang akan menjadi penopang Napabele, sarjon mengatakan perlu adanya keterlibatan pihak terkait.

"Secara kasat mata kita dapat melihat potensi yang sangat besar. Olehnya itu keterlibatan pihak-pihak dalam menopang pengembangan objek wisata ini kami akan memberikan apresiasi yang luar biasa karena mampu melihat potensi desa kami." ujarnya


Pada proses pemberdayaan masyarakat khusunya di sektor ekonomi pariwisata, Danau Napabale sangat menjanjikan karena besarnya potensi yang dimiliki.

"Memang keterlibatan masyarakat dapat menopang perekonomian masyarakat desa secara mandiri khusunya di bisang pariwisata. Dan saya yakin akan mampu menopang tumbuhkembangya perekonomian di desa secara utuh dan mandiri." Ujar Sarijon. Ia berharap kepada pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten untuk memberikan perhatin khusus perihal pengembangan destinasi wisata Danau Napabale. (#timbangjay)

Senin, 29 Mei 2023

Sakralitas Fotuno Sangia, Desa Wisata Kabangka

Kali ini Bang Jay sudah berada di Kabupaten Muna, tepatnya di Desa Kabangka, Kecamatan Kabangka tepatnya di destinasi wisata Fotuno Sangia.


"Saat ini saya sudah bersama dengan tokoh masyarakat Desa Kabangka dan Kepala Dusun. Saya akan bertanya beberapa mulai dari sejarah hingga pengembangan destinasi wisata ini kedepan. Tabea om sebelumnya barangkali bisa diceritakan awalnya lokasi ini dijadikan destinasi wisata." tanya Bang Jay

La Musu, tokoh masyarakat sekaligus imam Desa Kabangka mengatakan bahwa Fotuno Sangia pada awalnya adalah lokasi yang disakralkan oleh masyarakat setempat.

"Sepintas saya cerita bahwa Fotuno Sangia ini bukan punya masyarakat tapi mengapa lokasi ini dimuliakan, karena disini diyakini Bapanya Sangia dan sangat dihargai.“ ujarnya

Lebih lanjut La Musu mengatakan pada hari-hari spesial di Fotuno Sangia diadakah ritual tertentu sebagai bentuk penghargaan masyarakat Desa Kabangka sebagai wujud kecintaan terhadap kekayaan alam Fotuno Sangia. 


"Ini kontraktor awalnya dari Baubau. Kita yakini saja ini akan diperbaiki dan akhirnya selesai. Sudah sepuluh tahun sejak dibuka. Tepatnya tahun 2016. Fotuno Sangia adalah suatu kemuliaan yang dikeramatkan, kita sangat menghargai, seperti habis lebaran selama satu minggu kita datang sebagai bentuk pernghargaan.“ sambungnya

Kepala Dusun Dua Desa Kabangka, Kasruddin menjelaskan, dalam pengembangannya memaksimalkan Dana Desa dari pemerintah pusat tepatnya di Kementrian Desa.

"Alhamdulillah sudah ada dua kolam yang dibangun menggunakan Dana Desa, walaupun kondisinya masih perlu pengembangan kita tetap berupaya mengembangan objek wisata ini agar semakin indah sehingga semakin banyak pengunjung yang datang berwisata disini.“ujarnya

Kasruddin juga mengatakan bahwa kedepan akan dibangun talud dan beberapa gazebo serta fasilitas penunjang lainnya.

Mereka berharap kepada pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten agar diberi perhatian khusunya jalan di Kecamatan Kabangka untuk segera dibenahi.

"Tolong kami punya jalan ini kasian diperhatian karena medannya disiini sangat susah. Akses jalannya rusak dimohon kepada pemerintah pusat, pemerintah propinsi, dan pemerintah kabupaten tolong perhatikan jalan ini, dan kalau bisa dibangunkan rumah ibadah yang baik sehingga menunjang aktivitas peribadatan


bagi para pengunjung objek wisata, dan akses jaringan seluler juga.“ tutupnya.(timjay)


Kamis, 25 Mei 2023

Kampa, Destinasi Wisata Unggulan di Konawe Kepulauan

 https://youtu.be/zg73MrSMx_4

Kali ini Bang Jay sudah berada di Pantai Kampa, salah satu destinasi wisata Kabupaten Konawe Kepulauan.


"Saya sudah berada bersama dua kepala desa dan akan berbincang soal orientasi dan perkembangan destinasi wisata Pantai Kampa ini di masa yang akan datang. Saya awali dengan penjelasan Kepala Desa Wawogili untuk melihat bagaimana pandangan beliau terhadap pengembangan destinasi wisata Pantai Kampa ini." kata Bang Jay

Alan, S.Pd., Kepala Desa Wawogili mengatakan desitnasi wisata Pantai Kampa awalnya dikelola oleh pemilik lahan dan kini sudah dikembalikan pada pemerintah desa.

"Sejak terpilihnya Amrulah, sudah mulai dikelola oleh pemerintah desa. Kemudian pada tahun-tahun berikutnya pemerintah daerah Kabupatnen Konawe Kepualauan melirik dan kembali mengelola objek wisata ini." ujarnya

Pasca dikelola oleh pemeritah daerah Kabupaten Konawe Kepulauan mulai dilakukan pembenahan-pembanahan dan berimbas pada peningkatan jumlah pengunjung.

"Terutama pasca hari raya, banyak sekali pengunjung atau hari-hari libur, sabtu, minggu sangat banyak yang berwisata. Kemudian posisinya juga, mulai dibangun beberapa fasilitas penunjung, sarana dan prasarana, alhamdulillah semua berjalan dengna lancar." jelas Alan.

Kepala Desa Langara Iwawo, Mubarak, S.Ip. juga menjelaskan dirinya sangat optimis pada pengembangan Pantai Kampa. Jika dibuka akses jalan yang representarif.


"Sepengetahun saya di tahun 2016 lalu, akses masuk ke Pantai Kampa harus lewat jalan setapak. Hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua. Alhamdulillah dari tahun ke tahun akses jalan tersebut sudah mulai diperlebar, mobil sudah bisa masuk." ujar Mubarak

Saat ini, di Pantai Kamba juga sedang dibangun gazebo dan homestay.

Selain fasilitas pendukung, hal utama yang tidak bisa disepelekan adalah kebersihan. Mubarak menitikberatkan kesadaran pengunjung. 

"Alhamdulillah listrik dan air bersih juga sudah masuk. Tinggal kita lihat manajemen dan pengelolaan sampah pengunjung. Tentunya bak sampah ini harus diadakan untuk lebih menjaga kelestarian dan keseimbangan alam di Pantai Kampa ini." tambah Mubarak. 


Akhirnya Kepala Desa Langara Iwawo dan Kepala Desa Wawogili berharap semoga destinasi wisata Pantai Kampa semakin dikembangkan sehingga dapat berdampak baik terhadap penigkatan ekonomi masyarakat di desa.

"Kami berharap agar desniasi wisata ini ditingkatkan lagi dengan bantuan dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Semoga kedepan akses jalur masuk bisa segera diaspal sehingga memudahkan kita semua berwisata dengan aman dan nyaman." tutupnya. (timmedia#bangjay)



Senin, 15 Mei 2023

Air Terjun Tumburano, Wisata Andalan Konawe Kepulauan

https://www.youtube.com/watch?v=cMEm-F3weKg

Air terjun Tumburano di Desa Tombaone Utama, Kecamatan Wawonii Utara, Kabupaten Konawe Kepulauan. "Bersama saya sudah ada kepala desa dan dua tokoh masyrakat. Saya akan bertanya kepada Pak Burhan, tokoh masyrakat disini. Bisa dijelaskan awal mula ditemukannya Air Terjun Tumborano kapan ditemukan dan sejak kapan dijadikan sebagai destinasi wisata?"


Burhan menjelaskan sejarah penamaan air terjun tumburano berdasarkan memori kolektif masyarakat setempat.

"Berawal dari kisah sepasang sejoli yang saling mencintai, suatu saat mereka bertemu dan bersenda gurau tiba-tiba hujan, lalu kemudian jemuran lupa diangkat sehingga kembali basah. Rasa takut sang wanita ingin lari dari orang tuanya karena lupa mengangkat jemuran, dan sampailah di suatu kesimpulan untuk terjun bersama-sama dari atas Air Terjun Tumborano." ujarnya 


Perkembangan daerah menarik minat pengunjung baru.

"Tahun 2012 dibuka jalan tani dalam program PNPM, alhamduliah 5 km mengarah ke air terjun ini. Alhamdulillah sudah bisa dibuka aksesnya. Awal jalan dibuka sudah banyak motor yang masuk sekitar 300 motor dan membludak. Tahun berikutnya setelah pemekaran semakin dikembangkan. Jalan setapak ini dan tangga ini pada tahun 2020 semua memudahkan akses untuk menuju air terjun." ujar Burhan

Kepala Desa Tombaeno Utama, Firman menjelaskan dalam rangka menjadikan Air Terjun Tumburano sebagai destinasi wisata unggulan di Sultra, ia akan membangun akses jalan yang memadai.

"Yang jelasnya harus diperbaiki jalan dan jembatan sebagai akses masuk ke lokasi destinasi wisata air terjun ini. Harapan saya jika akses jalan dan jembatan sudah dibuka Insya Allah semakin baik dan mudah untuk menuju Air Terjun Tumburano." ujranya

Ato, tokoh masyarakat lainya menegaskasn perbaikan akses jalan sangat dibutuhkan dalam rangka menopang tumbuh kembangnya destinasi wisata.


"Kalau harapan kami, jalan adalah hal yang utama. Otomatis jika sudah bagus jalannya penjual juga akan banyak dan akan menambah pemasukan ekonomi masyarakat desa yang berjualan di air terjun ini." ujarnya

Akhirnya kepala berharap kepada Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan, Pemerintah Provinsi Sulawsi Tenggara dan pemerintah pusat agar destinasi wisata Air Terjun Tumburano diberi perhatian khusus sehinga dapat memberikan kesejahteraan bagi masyrakat Desa Tombaone Utama.

"Pemerintah desa sangat berharap, tolong perhatikan kita juga  di desa untuk dibantu, terutama akses jalan masuk untuk menuju destinasi wisata Air Terjun Tumburano ini." tutupnya. (timemediajay)

Senin, 08 Mei 2023

Indahnya Pantai Meleura Destinasi Wisata Unggulan di Sultra

Perjalanan Bang Jay kali ini sudah berada di destinasi wisata unggulan yakni Pantai Meleura yang terletak di Desa Lakarinta Kecamatan Lohiya Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara.


"Ini adalah Pantai Meleura. Kita semua sudah tahu dan sekarang saya sudah bersama Kepala Desa Lakarinta. Kita akan berdiskusi banyak soal pengembangan destinasi wisata Pantai Meleura ini semakin berkembang." ujar Bang Jay

Kepala Desa Lakarinta, La Falahuddin mengatakan bahwa banyak wisatawan yang mengunjungi Pantai Meleura sambil menikmati wahana permainan pantai.

"Yang paling utama itu karena banyaknya permainan yang ada di pantai ini. Dan jujur saya katakan bahwa sebagian besar kondisinya semua sudah keropos. Hari ini saya mau katakan bahwa yang kurang kita juga ini adalah proporsi."

Kendala utama yang dihadapi dalam mengembangkan objek wisata pantai meleura ini adalah kurangnya promosi serta spekulasi di media sosial.

"Hari ini jujur saya katakan bang kami kekurangan di pemasaran. Atau promosi desa tapi karena jujur kami mengakui kurangnya pendidikan khusunya di bidang promosi destinasi wisata tetapi kami juga tetap menyesuaikan kepada dinas terkait khususnya dinas pariwisata." ujar kepala desa


Pembangungan terus digenjot dan berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Muna. "Jadi ini kita akan buat kolam renang tapi air asin dan kita akan buatkan tangga keliling yang mengelingi Pantai Meleura sehingga membuat daya tarik tersendiri. Semoga semakin banyak wisatawan yang datang berwisata di Pantai Meleura ini." ujarnya

Pemerintah desa telah melakukan pengadaan perahu melalui Dana Desa namun perahu tersebut mengalami kerusakan karena hantaman ombak. Kepala Desa mengatakan bahwa kedepan ingin membangun tambatan perahu agar semua perahu dapat berjejer rapi di kawasan Pantai Meleura.


Kepala Desa Lakarinta berharap kepada pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat khususnya kementerian PU, Dinas PU, Kementerian Pawisata, dan Dinas Pariwisata dapat memberikan bantuan berupa akses jalan yang luas untuk jalur masuk utama Pantai Meleura.

"Kalau bisa akses jalan kami diperlebar karena jalur utamanya sudah sangat tidak layak. Nah kalau bisa diperlebar barang satu meter saja, semakin lebar dan aksesnya semakin mudah. Saya berharap juga semoga Bang Jay bisa mewakili aspirasi kami di pusat dalam menyuarakan kepentingan masyarakat kita di desa." tutupnya. (*tmmedia#bangjay)

Senin, 01 Mei 2023

Permandian Fotuno Rete Menjadi Pusat Penyelesaian Masalah

silahkan tonton pada link ini : https://youtu.be/ZTnn3gNfTb8

"Di belakang kita ini adalah permandian Fotuno Rete di Desa Wakumoro Kecamatan Parigi Kabupaten Muna. Kebetulan saya sudah bersama Kepala Desa Wakumoro dan tokoh masyarakat. Kita akan berbincang soal histori awal permandian Fotuno Rete ini sehingga menjadi destinasi wisata di Kabupaten Muna." Tutur Bang Jay


La Ode Golkar selaku Kepala Desa Wakumoro membeberkan sejarah permandian Fotune Rete bahwa dahulu kala lokasi ini menjadi tempat penyelesaian segala permalasalahan yang terjadi di Desa Wakumoro. Dengan demikian, ia berkomitmen untuk mengembangkan potensi wisata yang ada. Sehingga ke depannya lebih terkenal dan membumi bagi masyarakat Sulawesi Tenggara

"Sejak mencalonkan diri sebagai Kepala Fesa Wakumoro, saya sudah berkomitmen akan mengembangkan permandian ini sehingga dapat setara dengan desitinasi destina wisata lainya di Sulawesi Tenggara." ujar kepala desa

Selain itu, salah satu tokoh masyarakat Desa Wakumoro, Amin Saputu mengatakan ada tradisi yang dilakukan di kawasan permandian Fotuno Rete khusunya pada Bulan Safar.



"Benar bahwa setiap hal memang butuh kebijakan atau keputusan yang besar termaksud yang berkaitan dengan kebudayaan dan ritual adat selalu di pusatkan di disni. Sama halnya juga ritual Kakadino Safara, ini dilakukan setiap tahun untuk memperingati wafatnya paman Rasulullah SAW yang meninggal saat peritiwa perang uhud." ujar Amin

La Ode Golkar menambahkan bahwa visi dalam mengembangkan destinasi wisata Fotuno Rete adalah membangun jalanan yang luas sehingga akses jalan raya bisa lebih luas.

"Disini adalah pusat penyelesaian masalah jadi saya akan membangun sebuah aula sehingga segala aktivitas dan ritual adat yang dilakukan semua akan dipusatkan di aula. Apalagi di kawasan wisata ini adalah jejak sejarah Kerajaan Muna yakni terdapat makam Raja Muna yang digelar komasigino. Jadi kita harus bangun dengan penuh kesungguhan." ujar kepala desa

Lebih lanjut, La Ode Golkar memaparkan bahwa dari sektor ekonomi, kawasan permandian Fotuno Rete sangat bernilai karena setiap hari pengunjung selalu padat.

"Jadi untuk menarik ini lagi kita mulai bangun lokasi untuk beristrahat. Mushola, toilet umum, tempat parkir yang representatif, semua kita akan bangun dengan bantuan Dana Desa sehingga dapat menopang sarana dan prasarana yang ada di permandian Fotuno Rete ini."

Selaku tokoh masyarakat, Amin Saputu berharap potensi Desa Wakumoro semoga dapat menjadi pusat aktivitas pariwisata sehingga Desa Wakumoro dapat mandiri dan berdaya saing.

"Seaidainya potensi ini dapat di tata dengan baik, saya yakin semua akan berimbas pada pengembangan sektor ekomoni. Seperti halnya salah satu yang menjadi favorit adalah hasil pertanian yakni buah nenas yang sangat baik untuk dijadikan selay nanas. Tentunya dengan promosi yang luar bisa pula. Di samping kita jual buahnya nenas bisa juga kita jual selay buah nanas." beber Amin.

Kepala Desa Wakumoro berharap semoga pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten dapat membantu demi pengembangan sarana dan prasarana pendukung destinasi wisata permandian Fotuno Rete.

"Kami berharap semoga ada sentuhan dana walaupun kendalanya juga kita ini belum terdaftar menjadi desa wisata namun kita memiliki semangat yang besar agar desa kami dapat setara dengan desa-desa wisata lainya di nusantara." tutupnya. (*timmedia#bangjay)

Kamis, 27 April 2023

Mata Air Moko, Wisata Desa Oempuu

 https://youtu.be/ne6CNljhmhs


Kali ini Bang Jay sudah berada di Desa Oempuu Kecamatan Tongkuno Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara untuk mengeksplore potensi wisata. "Pak Desa mungkin bisa dijelaskan apa saja potensi wisata di desa ini. Khususnya Danau Moko, Pantai Morano, Pantai Walengkabola, dan Tanjung Labora." ujar Bang Jay

Safar, Kepala Desa Oempuu menjelaskan banwa potensi desa sesungguhnya adalah pawisata. "Potensi sesungguhnya adalah desa wisata, utamanya permandian alam Mata Air Moko atau dikenal Danau Moko yang tentunya belum dijamah. Dan ini merupakan visi dan misi saya untuk mengembangkan potensi wista di Desa Oempuu. Insyaalah kita akan bangun jalan melingkar. Alhamdulilah ada bantuan dari Dana Desa." jelasnya

Lebih lanjut Safar menjelaskan bahwa potensi desanya disamping memiliki Danau Moko sebagai destinasi wisata andalan, Desa Oempuu juga memiliki wisata pantai dan Tanjung Labora. 

"Terutama kita akan kembangkan Tanjung Labora. Disini kita akan buka akses jalan dulu 500 meter. Insya Allah kita akan buka tahun depan melaui Dana Desa. Sedangkan Pantai Morano masih harus kita cari caranya untuk kerja sama dengan pemilik lahan agar pengembanganya dapat dilakukan dengan baik." ujarnya


Sejak dulu hingga sekarang Pantai Walengkabola sangat tersohor. "Sesungguhnya destinasi wisata di desa kami ini sudah menopang tumbuh kembangnya sektor ekonomi seperti halnya di Pantai Morano dan Pantai Walengkabola. Itu ada masyarakat desa saya membuka usaha penyewaan ban untuk berenang. Alhamdulilah panghasilannya tiga sampai empat ratus setiap hari. Belum lagi yang berjualan. Semua sudah berputar sumber-sumber ekonominya." tutur Safar

Safar menaruh harapan besar kepada Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Pusat khusunya Kementrian Pariwista, agar mendapat perhatian khusus terkait pengembangan potensi wisata di Desa Oempuu.

"Harapan kami sebagai pemerintah desa, khusunya kementrian terkait seperti Kementrian Pariwisata untuk dapat memberikan bantuan dana sehingga pengembangan potensi wisata desa kami dapat berkembang dan semakin baik lagi kedepannya." tutup Safar. *timmedia#bangjay

Lappa Pajonggang, Danau Exsotic di Tengah Padang Pengembalaan

https://youtu.be/5YWzXGhTkGE 


"Kita akan berbincang sedikit soal keberadaan destinasi wisata disini. Kebetulan saya sudah bersama dengan Kepala Desa dan Sekretaris Desa Waemputang. Saya ingin menanyakan bagaimana awalnya sehingga lokasi ini bisa menjadi daya tarik pariwisata." ujar Bang Jay


Abdul Rahman, Kepala Desa Waemputang menjelaskan daya tarik wisata Lappa Pajonggang adalah danau di tengah hamparan rumput yang sangat luas. Pemandangan itu mampu menarik perhatian wisatawan Masyarakat Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan. Bahkan di luar kedua propinsi tersebut.

"Awalya itu pemuda-pemuda Waemputang pada sore-sore di kawasan Lappa Pajonggang, kemudian di-upload dan alhamdulillah banyaklah yang berdatangan khusunya dari kota kota lain dari kabupaten lain, di Sultra dan Sulsel serta ada daya tarik sendiri sehinga tempat ini menjadi favorit untuk dikunjungi" jelas Rahman 

Sekretaris Desa Waemputang mengatakan destinasi wisata ini diserahkan sepenuhnya kepada karang taruna sebagai pengelola utama objek wista Lappa Pajonggang.

"Untuk pengelolaannya diserahkan sepenuhnya kepada karang taruna. Hanya malamnya saja yang masih harus dijaga khusunya masalah kebersihan dan keamanannya." tambah Harmin

Saat ini Bumdes masih dalam proses revitalisasi sehingga masih perlu pembenahan lagi."Pengelolaan Lappa Pajongang ini ke depan akan dikelola oleh Bumdes hingga kawasan Pantai Peropa dan bukit telletubies juga akan dikelola Bumdes." tambah Rahman

Kedepannya Pemerintah Desa Wemputang akan mempertimbangkan pembangunan toilet dan mushala sebagai tempat ibadah dan homestay jika pemeritah daerah merestui.

"Dalam masterpland yang kami sudah bangun WC umum, belum banyak yang direncanakan karena lokasi ini masih ada desa yang klaim dan pemerintah daerah juga, jadi masih susah mengembangkan pembangunan disini." ujarnya

Akhinya Abdul Rahman selaku Kepala Desa Waemputang berharap kepada pemerintah kabupaten, pemernitah provinsi, dan pemerintah pusat agar kiranya memberikan kebebasan atas klaim Lappa Pajonggang ini sehingga Pemerintah Desa Waemputang lebih leluasa melakukan pengembangan atas destinasi wisata ini.

"Pemeritah kabupaen dan pemerintah provinsi diharapkan dapat memberikan perhatian sehingga Lappa Pajonggang ini memiliki daya tarik tersendiri. Dan pemerintah pusat agar memberikan perhatian khusunya pada pengembangan wisata Lappa Pajonggang ini sehinga lebih bersih dan aman." tutup Rahman. *tim media #banjay

MENU UTAMA

Koptan Rumput Laut Buton Tengah Deklarasikan Gus Imin Presiden 2024

LAKUDO – SC. Sebanyak 36 orang anggota Kelompok Tani Rumput Laut Desa Matawine Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah Sulawesi Tenggara me...