ProFiles

ProFiles
Tampilkan postingan dengan label 'Villages'. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 'Villages'. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Desember 2020

Ladongi Contoh Pencegahan Stunting di Koltim

 Oleh : irawati rustam

LADONGI – DesaSultra. Pertemuan dalam rangka monitoring dan evaluasi (Monev) Program Penurunan dan Pencegahan Stunting se-Kecamatan Ladongi Kab.Kolaka Timur Sulawesi Tenggara, dimana Kadis PMD Naharuddin diwakili stafnya,  juga Koordinator P3MD Koltim La Ode Amran Apity, sejumlah masyarakat, kader-kader desa, dan para pendamping.

Meski tidak menyempatkan hadir, namun dalam berbagai kesempatan serupa Kadis Naharuddin meminta agar seluruh elemen masyarakat, termasuk para fasilitator dan pendamping desa untuk terus meningkatkan kinerjanya dalam pencegahan dan penurunan stunting di Kolaka timur, utamanya di Kecamatan Ladongi.

“Ada beberapa kemajuan, adan penurunan angka, tetapi yang lebih berhasil adalah indikator progres pencegahan yang telah dilakukan oleh desa-desa,” ungkapnya seraya memberi beberapa contoh.

Disamping itu, Koorkab P3MD La Ode Amran Apity juga menambahkan bahwa apa yang sudah dicapai di Ladongi sehubungan dengan pencegahan dan penurunan angka stunting patut ditiru dan ditindaklanjuti di kecamatan lain.

“Kita sejak awal bersama-sama Dinas PMD berkomitmen kuat dalam rangka pencegahan stunting dan Kecamatan Ladongi salah satu yang contoh yang patuv ditiru,” ungkapnya.

Sementara itu, PPD Kecamatan Ladaongi, Irawati Rustam membenarkan penilaian tersebut bahwa di wilayah dampingannya memang sejak tahun lalu sudah menunjukkan kemajuan dalam penurunan angka dan pencengahan stunting.    

"Kami masih terus bekerja tanpa kenal lelah, dari desa  ke desa, bahkan untuk 2021 mendatang untuk lebih maju lagi progresnya,” tambahnya.*   

Jumat, 20 September 2019

Dana Desa Hendaknya Penuhi Hak Masyarakat


BANTEN - SC.Direktur Pemberdayaan Masyarakat Desa, Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, M. Fachri menegaskan, Dana Desa yang diperuntukkan bagi masyarakat desa sejak Tahun 2015 hingga saat ini, hendaknya dapat menjadi pemantik untuk memenuhi hak masyarakat. Oleh karenanya, pemerintah desa dan stakehokder terkait hendaknya mampu mengelola Dana Desa dengan kerja-kerja taktis-strategis, inovatif dan penuh dedikasi tinggi.

Demikian rilis yang disampaikan ke media ini terkait kegiatan Rapat Koordinasi II Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masayarakat Desa (P3MD), Dinas PMD Provinsi Banten di Hotel Marbella, Anyer, Serang, Selasa-Jumat (17-20/09/2019).

Lebih lanjut, Fachri mengatakan, penyaluran Dana Desa di Tahun 2019 telah mencapai di angka 54,17% atau Rp.597.824.510.946. Oleh karenanya, Direktur PMD berharap agar pemerintah desa dan seluruh stakehokder terkait  benar-benar memahami filosofi, regulasi dan langkah taktis-strategis dan inovatif dalam konteks  penggunaan Dana Desa bagi masyarakat.


"Kita bersyukur, dari seluruh Dana Desa di Provinsi Banten terdapat banyak kegiatan inovatif di desa melalui Replikasi PID. Ke depan, Dana Desa lebih fokus dimanfaatkan untuk  pertumbuhan ekonomi dan peningkatan SDM masyarakat Desa", tegasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas PMD Provinsi Banten, Enong Suhaeti selaku Ketua Panitia Pelaksana menyampaikan, acara Rakor tersebut digelar dalam rangka percepatan pelaksanaan Program Pembangunan dan Pemberdayaan Desa (P3MD) serta Program Inovasi Desa (PID) di Provinsi Banten.

Senada dengan Direktur PMD,
Sekretaris Daerah Provinsi Banten, Al Muktabar juga berharap agar pelaksanaan Rakor tersebut dapat menyatukan visi dan meningkatkan spirit dalam mengawal Dana Desa, sehingga dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan pengembangan SDM di desa-desa di Provinsi Banten.

"Keberhasilan P3MD dapat mempercepat realisasi visi Gubernur Banten, yakni memajukan Banten dengan Infrastruktur yang hemat, pendidikan gratis, dan layanan kesehatan yang berkualitas", tandasnya.

Dalam acara tersebut dihadiri oleh perwakilan Kapolda Banten, Tenaga Ahli Madya Provinsi Banten, perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Tenaga Pendamping Profesional, baik Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat di Tingkat Kabupaten, Pendamping Desa/Pendamping Desa Teknik Infrastruktur di Tingkat Kecamatan, dan Pendamping Lokal Desa di Tingkat Desa.

Juga hadir perwakilan Camat, Tim Pelaksana Inovasi Desa, dan Pegiat Desa lainnya dari empat kabupaten di Banten, yakni Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Tangerang, dan Kabupaten Lebak. (rilis).

MENU UTAMA

Koptan Rumput Laut Buton Tengah Deklarasikan Gus Imin Presiden 2024

LAKUDO – SC. Sebanyak 36 orang anggota Kelompok Tani Rumput Laut Desa Matawine Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah Sulawesi Tenggara me...