ProFiles

ProFiles

Selasa, 31 Januari 2023

Nikmati Kesejukan Permandian Wakaten

Perjalanan Bang Jay kali ini sudah berada di permandian alami Wakante Desa Latugho Kecamatan Lawa Kabupaten Muna Barat. Bang Jay akan berbincang dengan Kepala Desa mengenai awal mula permandian Wakante dan pengembangannya kedepan. "Kali ini ini kita akan berbincang dengan kepala desa soal beberapa hal tentang permandian Wakantee ini. Bagaimana awal mulanya pembangunan permandian Wakate ini? “ tanya Bang Jay.


Kepala Desa Latugho menjelaskan, tahun 1973 masyarakat dari kampung lama diarahkan untuk pindah di tempat yang dekat dengan mata air. “Kalau bercerita sejarah singkat permandian Wakante ini bahwa ditemukan pada tahun 1973. Jadi di tahun itu banyak masyarakat kampung lama bermigrasi atas arahan pemerintah desa untuk masuk di Desa Latugho. Sejak tahun itu hingga sekarang masih terjaga dengan baik." ujar Pak Desa

 

Wakante menjadi sumber air minum dan sekarang sudah dijadikan permandian. Kepala desa mengatakan Permandian Wakantee ini murni sebagai tempat permandian. “Jadi Wakantee ini waktu masih hutan belantara masih diminum. Namun pada tahun 2013 pada masa pemerintaha La Ode Baru sebagai Kepala Desa, disitulah awal pembangunan kolam dan talud Permandian Wakante. “ujarnya

 

Pada tahun 2013 anggaran sudah mulai menyentuh permandian ini termaksud pembanguna gazebo. Pak Desa menjelaskan pengunjung yang berwisata di Permandian Wakante ini sangat banyak mulai dari masyarakat biasa hingga pemerintah Kabupaten Muna Barat berwisata di permandian ini. “Jadi betul Permandian Wakante ini boleh dikata setiap saat ini ada pengunjung namun puncak ramainya ini pada saat tahun baru atau lebaran sangat banyak yang berwisata disini, apalagi Pemerintah Daerah Muna Barat selalunya berkegiatan di permandian ini." ujar Kepala Desa

 

Lebih lanjut Kepala Desa Latugho mengatakan pengembangan kedepan objek wisata Permandian Alam Wakantee ini diharapkan menjadi icon Muna Barat. “Sebenarnya kami berharap sangat banyak apalagi soal ekowisata, karena kami harapankan dapat menjadi icon Muna Barat. Dan kami juga berharap uluran tangan pemerintah untuk membangun lokasi parkir, toilet, dan tempat ibadah, karena banyak pengunjung yang ingin sholat, dan masih banyak juga hal-hal yang lain.“ ujarnya

 

Pembangunan wahana untuk anak anak juga menjadi prioritas pemerintah desa. Kepala Desa Latugho mengatakan bahwa potensi mata air Wakantee ini sangat baik untuk dikembangkan sehingga Permandian Wakante semakin banyak pengunjung. “Harapanya mudah-mudahan kedepan pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat dapat memberikan perhatian khusus kepada objek wisata permandian alami Wakantee ini." Tututpnya. (tim media bangjay)

Senin, 23 Januari 2023

Pantai Katembe Buteng Sangat Mempesona

DesaSultra - KENDARI. 
"Kebetulan saya sudah bersama salah satu perangkat Desa Madongka, kami akan bercerita soal pengembangan Pantai Katembe di masa masa yang akan datang. Kira-kira awalnya Pantai Katembe ini bagaimana?" tanya Bang Jay

La Bansa, perangkat Desa Madongka meceritakan pembangunan yang sudah dilakukan. "Jadi Pantai Katembe ini pertama belum ada bangunan, ketika belum ada pembangunan banyak yang datang berekreasi, kemudian pada tahun 2000an mulai dibuat beberapa bangunan oleh pemerintah daerah, namun bangunan yang dibangun ini karena dimakan usia sekarang sudah mulai rusak juga." ujar la bansah

La Bansa menceritakan pengunjung yang datang di Pantai Katembe sangat banyak dan beraagam. “Ia pengunjungnya sangat banyak, apalagi pada tahun baru ini, sangat banyak sekali yang datang, dari Muna, dari Baubau, dari Kendari, Makassar, Maluku, Papua, banyak juga dari Jakarta dan masih banyak lagi. Alhamdulilah semua berekreasi di Pantai Katembe."

Pihak perangkat pesa sudah menganggarkan di tahun 2023 untuk pembangunan vondasi pagar  pantai dari Dana Desa. Sentuhan Dana Desa terhadap masyarakat sangat dirasakan maksimal terutama BLT Dana Desa. "Kebetulan beberapa hari lalu kita berbincang-bincang bersama masyarakat dan Kepala Desa Madongka bahwa utamanya kita programkan vondasi pemangarannya agar hewan-hewan yang ada, kalau sudah ada pagar kotoran sapi sudah mulai berkurang. Dan pembangunannya kita akan tahap vondasinya dulu kemudian pagarnya.“ ujarnya

La Bansa berharap kepada pemerintah terkait untuk memberi perhatian khusus kepada Pantai Katembe sehingga bisa menjadi destinasi wisata unggulan di Kabupaten Buton Tengah bahkan di Sulawesi Tenggara. "Jadi kalau hal itu Bang Jay memang kita sudah pikirkan dan harapan kami semoga ada sentuhan-sentuhan pengembangan objek wisata Pantai Katembe ini baik dari pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi dan pemerintah pusat." tutupnya. *teamjay

Jumat, 20 Januari 2023

Desa Wisata Tombawatu

 “Hari ini saya sudah bersama Ibu Desa Tombawatu, kami akan berbincang bagaimana kisah bangkitnya pantai Tombawatu dan pengembangannya kedepan sehingga semakin terkenal dan banyak pengunjung yang menikmati indahnya pantai ini yang merupakan potensi desa yang sangat baik untuk dikembangkan." ujar Bang Jay di lokasi destinasi wisata di Kabupaten Konawe tepatnya di Desa Tombawatu Kecamatan Kapoiala.

Kepala Desa Tombawatu mengakui, bahwa potensi luar biasa Pantai Tombawatu ini menjadi saah satu sebab mengapa pemerintah desa fokus mengembangkan eks pantai batu gong ini. “Awalnya ini kan berasal dari Pantai Batu Gong. Ketika saya dilantik menjadi kepala desa, kami berusaha memakai nama dan icon desa sendiri karena potensiya ini sama dengan Pantai Batu Gong" ujar Rostian 

Menurut Rostian, Pantai Tombawatu sempat mati suri dan terabaikan. Namun berkat kerja keras dan kerja sama dari unsur Karang Taruna dan masyarakat Desa Tombawatu, sehingga pantai ini dapat dipoles lebih baik dan lebih cantik lagi. "Saya masih ingat waktu kecil itu pantai ini penuh dengan turis, seiring waktu semakin berkurang sehingga mati suri. Sejak disentuh Dana Desa pantai ini kami beri perhatian khusus, kami berusaha poles dengan sebaik-baikya agar terlihat indah dan menarik." ujarnya

Selama dibersihkan, Pantai Tombawatu semakin dipadati oleh pengunjung baik dari dalam maupun dari luar Kabupaten Konawe. "Alangkah kita mendzolimi diri sendiri jika potensi yang baik ini kita sia-siakan. Alhamdulillah pada saat awal pembangunan, hingga saat ini pascapandemi sudah mulai banyak yang berkujung dan banyak yang mengagumi Pantai Tombawatu." ujar Rostian

Untuk pengembangan Pantai Tombawatu, kedepan pemerintah Desa berkomitmen untuk meningkatkan kebersihan pantai dengan membentuk satgas pembersihan sampah. "Alhamdulillah kami sudah dapat bantuan dari provinsi berupa motor pemungut sampah. Kita akan maksimalkan semuanya, dan kita akan kolaborasi bersama pemuda dan PKK serta masyarakat Desa Tombawu untuk bersama-sama menjaga pantai ini." ujarnya

Rostian selaku Kepala Desa Tombawatu berharap agar kedepannya di pantai ini bisa dibangun wahana permainan anak, gazebo, dan perbaikan jalanan. "Kalau kita siapkan pertahun dari sini kemudian kita menjemput pengunjung  yang ada di pelabuhan, tentu ini akan menjadi sumber ekonomi yang baik bagi desa kita." Ia juga berharap kepada pemerintah pusat untuk meihat potensi desanya untuk kemudian dikembangkan demi kesejahteraan masyrakat Desa Tombawatu

Senin, 16 Januari 2023

Indahnya Labengki Island Raja Ampatnya Sultra

DesaSultra -
Kali ini Bang Jay berada di Labengki Island Desa Labengki Kabupaten Konawe Utara. Salah satu destinasi wisata favorit yang sangat indah dan ekstotik berada di sebuah pulau dengan view pulau dan laut yang sangat mengagumkan. "Kebetulan saya sudah bersama dengan pemerintah desa yakni Pak Sekdes dan Anggota DPRD Kabupaten Konawe Utara, anak muda yang punya visi kuat dalam ikut berkontribusi terhadap pengembangan pariwisata di desa." ujar Bang Jay.

Sekretaris Desa Labengki dalam wawancara bersama Bang Jay menjelaskan bagaimana awal mula sehingga Labengki Island ini dijadikan lokasi desa wisara. "Pertamanya itu dibangun wisata di Desa Labengki ini tahun 2014. Ada dulu orang Jakarta yang ingin diantar di Pulau Labengki. Alhamdulillah sampai saat ini sangat banyak pengunjung yang datang di desa kami, disini juga ada Nirwana Resort yang dikelola oleh swasta." ujar Sekdes

Saat ditanya bayangan orientasi pengembangan Desa Wisata Labengki kedepannya Pak Sekdes menginginkan dukungan yang baik dari pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. "Karena sekarang Desa Labengki menjadi salah satu kategori desa wisata, kami dari pemerintah desa bersama-sama masyarakat Desa Labengki menginginkan sentuhan-sentuhan yang sifatnya langsung agar desa kami semakin indah." papar Sekdes

Sementara itu Anggota DPRD Kabupaten Konawe Utara, Hendriawan menjelaskan keberpihakan pemerintah terhadap pengembangan Desa Labengki berupaya maksimal menyelesaikan penurunan status kawasan BKSDA. “Saya kira perhatian pemerintah dari tahun 2019 itu masalah penurunan status dan alhamdulillah skarang itu sudah ada sertifikat. Kemudian di Desa Labengki juga ini memang masih kurang air bersih namun pemerintah sudah mengucurkan anggaran untuk sumur bor." Ujarnyanya

Hendriawan juga berharap pemerintah selalu bisa menyuplai bibit-bibit ikan untuk pengembangan keramba yang ada disana. Dalam hal peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan di Desa Labengki, dirinya bersama pemerintah daerah berupaya memberikan bantuan-bantuan yang menyentuh langsung masyarakat nelayan. "Mungkin dengan pemerintah provinsi kita dapat sharing PAD seperti resort yang dikelola swasta ini tidak ada yang masuk sebagai PAD disini, kita bisa duduk bersama bagaimana agar masyarakat nelayan memiliki pendapatan yang baik dan pundi-pundi PAD bagi pemenritah." ujarnya

Di akhir wawancara Sekretaris Desa dan Anggota DPRD Kabupaten Konawe Utara berharap agar dineri ruang dan kemudahan-kemudahan untuk mengembangkan destinasi wisata Labengki Island semakin baik. "Mari kita duduk bersama, yang paling utama masalah PAD dan kesejahteraan masyarakat Desa Labengki, makanya kami harapkan ada ruang untuk berdikusi dalam rangka membangun karamba dan fasilitas penunjang destinasi wisata di Desa Labengki." tutupnya. (team jay)


Senin, 13 September 2021

Titian Mangrove di Dermaga Tua

Wisata Desa Kreasi BUMDes Sapoiha  

foto : rasdin / pakue tengah

SAIPOHA. Salah satu BUMDes di Sulawesi Tenggara yang terus mengembangkan inovasi kegiatannya, adalah BUMDes Maju Bersama Desa Sapoiha Kecamatan Watunohu Kab.Kolaka Utara Sulawesi Tenggara.

 Salah satu inovasinya adalah mengembangkan dan memanfaatkan inrastruktur dermaga tua yang selama ini memang sudah tidak aktif lagi bongkar muat di pelabuhan. Pemanfaatan itu utamanya dari lokasi / lahan kosong yang merupakan area milik Kementerian Perhubungan RI.

Disamping area dermaga, adalah ekosistem mangrove dan pantai-pantai (berlumpur) yang dimanfaatkan sebagai lokasi wisata.

Dengan menggunakan desa selama tiga tahap (tahun) berturut-turut, sejak 2019 sampai 2021 ini totalnya telah mencapai Rp 390 juta.

Khusus untuk tahun 2021,  Kades Sapoiha telah mengucurkan dana ke BUMDes sebesar Rp 80 juta, yang diperuntukkan untuk penambahan infrasuktur wilayah wisata.

Sarana tersebut adalah gazebo sebanyak 9 unit yang menyebar di tepi hutan bakau dan berdiri pada aliran kali / canal yang menghubungkan dengan pinggiran pemukiman penduduk. Kali kecil ini menjadi lalu lintas perahu / sampan ke area pemukiman, utamanya pada pasang naik.

Selain gazebo, juga dilengkapi mushallah kecil yang diperuntukkan bagi para pengunjung, termasuk para penjual, sehingga tidak perlu memasuki perkampungan untuk menunaikan kewajibannya.

Ke-9 gazebo ini semuanya dilengkapi dengan sound sistem, sehingga dapat dipakai untuk pertemuan, rapat-rapat, ataupun untuk kunjungan keluar atau rombongan sampai 30 orang.  

Bangunan utamanya adalah jalan lingkar yang panjangnya diperkiran mencapai 200 meter melingkupi pinggiran ekosistem bakau hingga ke sela-sela pohon. Titian ini terdiri atas kayu-kayu kuat sehinga tidak lapuk kalau direndam air laut terus-menerus.

Di sebelah kali, pada area bangunan tua dermaga, adalah kumpulan para penjual kaki lima dengan tenda-tenda yang diperuntukkan bagi pengunjung. Sedikitnya ada 15 tenda yang beroperasi setiap hari.

Dimana setiap akhir pekan, petugas BUMDes melakukan penagihan retribusi kepada para pedagang, yaitu sekitar Rp 15.000 setiap minggunya. Meski setiap hari, utamanya hari libur, sabtu dan minggu sore, dijubeli para pengunjung, namun pengelola BUMDes masih menarik retribusi yang sangat minim dan itupun perminggunya.

Sarana warung kaki lima ini adalah fasilitasi langsung dari BUMDes, baik tenda, dan kursi-kursi, kecuali peralatan yang berisfat khusus dan bahan-bahan makanan dan minuman.

Diakui bahwa tahun depan, 2022, akan dikucurkan lagi dana untuk penambahan fasilitas, seperti kamar mandi, wc, dengan kebutuhan pengunjung lainnya di sekitar gazebo. (s.darampa)  

Rabu, 21 April 2021

Nikmati Flying Fox Hasil Kelola BUMDes Tinukari

Berbekal APBDes tahun anggaran 2021, masyarakat dan pemerintah desa Tinukari, Kecamatan Wawo saat ini telah memiliki wahana wisata olahraga flyingfox. Spot wisata yang memicu adrenaline ini menjadi lengkapi wahana arumjeram yang telah ada sebelumnya.

Misi menjadikan Desa Tinukari sebagai desa wisata unggulan di Kabupaten Kolaka Utara sepertinya bukan hal yang mustahil bagi H. L. Sabiluddin AR.BA. Kepala Desa Tinukari ini sejak awal periode berkomitmen untuk terus mengembangkan potensi alam yang dimiliki. Apa lagi posisi geografis desanya yang tepat menjadi jalur pendakian menuju puncak gunung Mekongga.

“Kami menginginkan agar status desa wisata yang diberikan oleh pemerintah kabupaten tidak hanya sekedar nama. Oleh karena itu apa yang telah dilakukan pemerintah desa sebelumnya tetap dilanjutkan bahkan dikembangkan.” Ujar Kepala Desa.

Bahkan menurutnya, saat ini kegiatan pengembangan wisata arum jeram dan flyingfox sepenuhnya dikelola anak-anak muda desa yang telah dilatih dan di bimbing tenaga-tenaga terampil yang pernah didatangkan. Dengan kesiapan potensi dan sumber daya yang dimiliki saat ini, wajar jika pemdes bersama pengurus BUMDes bersepakat untuk melakukan lounching wahana flyingfox dan arum jeram secara resmi.

Kegiatan tersebut dilakukan pada minggu (11/04) berlokasi di area peluncuran flyingfox. Sejumlah unsur muspida hadir, staf khusus bupati Kolaka Utara, pemerintah kecamatan, pendamping desa hingga tokoh masyarakat kecamatan Wawo.

“Semoga saja dengan keberadaan flyingfox di Desa Tinukari Kecamatan Wawo ini memberi dampak positif bagi pemerinta desa dan dapat menjadi salah satu ikon wisata di Kabupaten Kolaka Utara. Selamat atas diresmikannya wahana ini.” Demikian inti dari sambutan Bupati Kolaka Utara yang dibacakan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kolaka Utara, Syamsu Alam.

Sementara itu Kanna, SH mewakili unsur staf khusus Bupati Kolaka Utara menuturkan bahwa keberadaannya diacara tersebut selain untuk melihat langsung wahana flyingfox, juga untuk mendengarkan aspirasi warga dan Pemerintah Desa Tinukari mengenai perkembangan pembangunan di wilayahnya.

“Misi pertama kami adalah mendengarkan masalah dan aspirasi masyarakat desa, dalam rangka percepatan pembangunan di Kabupaten Kolaka Utara, selanjutnya adalah misi politik, dimana kami juga bertugas untuk menyampaikan capaian-capaian dan kesuksesan pembangunan di bawah pemerintahan Nur Rahman Umar dan H. Abbas sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kolaka Utara”. Tegas Kanna.

Dengan dilaunchingnya wahana flyingfox dan arum jeram desa Tinukari ini maka resmi pula dibukan untuk umum. Peresmian di lakukan secara simbolik yakni pengguntingan pita oleh Kepala Dinas Pariwisata yang disaksikan oleh jajaran staf khusus Bupati Kolaka Utara, Kepala Dinas Perpustakaan, Kepala Bidang Pemdes Dinas PMD, Camat, perwakilan polsek ranteangin, perwira penghubung dan pendamping desa kecamatan Wawo.

Secara spesifik, Wahana flyingfox Desa Tinukari membentang sepanjang 185 meter dengan jarak tertinggi mencapai 10 meter dari dasar sungai di bawahnya. Keseluruhan bahan utamanya didatangkan dari Makassar. Adapun total anggaran untuk pengadaan hingga pemasangan sarana tersebut bersumber dari APBDes Desa Tinukasi tahun anggaran 2021 sebesar Rp. 110.000.000.

Untuk pengelolaannya, pemerintah desa melakukan penyerahan wahana tersebut kepada BUMDes Mepokoaso untuk dikelola secara profesional, termasuk penetapan retribusi yang akan diberlakukan. Untuk wahana Arumjeram pengunjung dikenakan tarif sebesar Rp. 250.000 per perahu, dimana 1 armada perahu dapat memuat 5-6 orang. Sedangkan untuk penggunaan flyingfox, pengguna akan dikenakan retribusi promo khusus bulan Ramadhan sebesar Rp. 20.000 per orang.

Selain Arungjeram dan flyingfox, Pemerintah Desa Tinukari berencana melakukan pengembangan lokasi pesisir sungai untuk dijadikan spot wisata baru seperti pusat kuliner, taman bermain anak-anak, wahana sepeda gantung bahkan tahun depan rencan akan siapkan area outbound lengkap dengan wahana permainan perang-perangan (wargame) paintball.

Saat ini Pemdes bersama dengan pengurus BUMDes sementara mempersiapkan seluruh dokumen perdes dan perkades serta kelengkapan administrasi lainnya yang akan dijadikan acuan dalam pengelolaan kawasan wisata di Desa Tinukari. (Yasim_Yanti/tppp3mdwawo)

Minggu, 03 Januari 2021

Pilkada Sigi: Imam Safaad Siap Berlaga di 2024



SIGI-  DesaSultra. Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2024 masih lama. Kurang lebih 4 tahun lagi. Terlalu pagi dibicarakan sekarang. Harus menunggu. Bagi sebagian orang, menunggu itu membosankan.

Namun dalam perjalanan politik, waktu empat tahun tidaklah terasa. Bahkan sangat singkat. Siapkan dirimu dari sekarang, bila ada niat dan minat. Kalau tak ada? Cukup mendukung saja nantinya.

Konsolidasi setiap minggu, pertemuan sana pertemuan sini, lobi atas lobi bawah, eh 2024 sudah di depan mata. Rutinitas politik seperti itulah. Padat merayap. Segala sesuatu harus disiapkan. Butuh dikondisikan. Putaran waktu 24 jam rasanya tak cukup. 

Pilkada Sigi 2024 termasuk seru. Tak ada incumbent Bupati yang maju. Lebih serunya lagi, akan diramaikan wajah-wajah baru. Dan dimungkinkan, masih ada "mantan calon" bupati yang mencoba peruntungan lagi. Tak apa, sah adanya. 

Salah satunya yang sudah ancang-ancang, yakni Imam Safaad. Tokoh muda satu ini mulai manatap 2024. Dia optimistis. Dalam politik menurutnya, tak ada yang tak mungkin. Terlebih lagi, jika persiapan sudah jauh hari dilakukan. 

Nama Imam Safaad di Sigi sudah tak asing lagi. Pengetahuan dan pengalaman politiknya sudah cukup. Kiprahnya di organisasi juga bersinar. Sederet organisasi ada namanya terpampang disana. Bahkan, Imam pernah menjadi Ketua KNPI Sigi periode 2017-2019. 

Karena itulah, tak berlebihan jika nama Imam perlu diperhitungkan di bursa Bupati Sigi 2024. Apalagi, sosok politisi muda religius-nasionalis ini mudah diterima oleh semua kalangan. Dia tidak eksklusif, tapi istimewa. Kepribadiannya juga tegas, bersahaja, dan dinamis. Sigi bangeeet...!!! 

Kenapa Imam harus mencalonkan? Ada gagasan besarnya untuk Sigi ke depan. Untuk mengabdi kepada masyarakat dan tanah kelahirannya. Gagasan itu belum saatnya dibuka. Dan sebagai putra daerah, Safaad memberi dukungan kepada setiap pemimpin Sigi yang terpilih guna membangun daerah. 

"Saya pribadi yang sportif, mendukung Bupati dan Wabup Sigi yang sekarang memimpin,"katanya ringan. 


Saking sportifnya, di 2024 nanti, Imam menyatakan siap menjadi calon Wabup bagi Samuel Pongi. Duet Samuel Pongi-Imam Safaad diyakini cukup diperhitungkan di pentas Pilkada Sigi 2024 mendatang. 

Imam mencoba untuk realistis. Karena, arah politik Sigi di 2024 bisa berubah haluan. Sekarang tanda-tanda itu nampak lagi. Politik identitas yang tidak tertulis, duet calon Islam-Nasrani, tidak lagi menjadi pakem mutlak. Hal ini sebenarnya sudah tersaji 2015 silam, ketika calon Aswadin Randalembah-Agus Lamakarate, mencoba  berpasangan kala itu.  

"Setiap detik, kompromi politik bisa saja berubah. Dan saya memilih kompromi yang soft, tapi berpeluang menang," tegas Imam 

Dan Imam kurang setuju, ketika ada calon lain berencana menjadikan Samuel Pongi wakil lagi. Sementara calon tersebut baru bertarung, belum teruji, dan terbilang baru di dunia politik. Hitung-hitungan seperti ini cukup keliru.

Samuel Pongi sekarang ini, benar-benar menjadi magnet politik Sigi. Dia politisi yang nyaris sempurna. Sang Fajar dari Pipikoro. Wakil dari Kulawi Raya yang begitu dicintai. Getaran Samuel effect bakal muncul di 2024.

"Fatsun (etika) politik saya jelas dan tegas. Semoga ini dibaca Pak Samuel Pongi," ujarnya serius. 

Selain nama Imam Safaad dan Samuel Pongi, ada beberapa nama lain yang sudah digadang-gadang maju di 2024. Mulai dari yang berlatarbelakang birokrat hingga politisi.

Mereka adalah Paulina, Andi Wulur, Agus Syawal, Kaimuddin Ponulele, Iman Rahmat. 

Berikutnya, Rizal Intjenae, Imran Latjedi, Nurzain Djaelangkara, Torki Turra, Robby Tarro, serta beberapa nama beken lainnya. (tim)

MENU UTAMA

Koptan Rumput Laut Buton Tengah Deklarasikan Gus Imin Presiden 2024

LAKUDO – SC. Sebanyak 36 orang anggota Kelompok Tani Rumput Laut Desa Matawine Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah Sulawesi Tenggara me...