JAKARTA – DesaSultra
. Salah satu ujung tombak yang langsung
bersentuhan dengam desa dari program pemberdayaan desa P3MD adalah pendamping
lokal desa (PLD). Dalam rangka menguatkan potensi PLD dalam kerja-kerja
pendampingan desa, Kementerian Desa
PDTT, mulai 28 s/d 31 Oktober menyelenggarakan
pelatihan master trainer atau TOT.
Melalui TOT ini, bertujuan menyiapkan pelatih yang nantinya akan
diterjunkan untuk melatih seluruh PLD di Indonesia yang diselenggarakan di 33
provinsi. Di pelatihan inilah nanti para
PLD akan diperkuat pengetahuan serta keterampilannya dalam menganalisis
sosial, pengorganisasian masyarakat
hingga keterempilan membangun ekosistem inovasi desa.
Pelatihan Master Resimen tersebut bertempat di Hotel
Aston Simatupang Jakarta Selatan.
Berkenan hadir ada kesempatan itu Menteri Desa PDTT, H.
Abdul Halim Iskandar, Sekretris Jenderal, Anwar Sanusi berikut seluruh
jajaran pejabat eselon II, termasuk perwakilan Pertides dan Bank Dunia. Sekitar
200an peserta perwakilan tenaga ahli provinsi hadir memadati ruangan dengan
mengenakan pakaian adat istiadat nusantara.
Taufiq Madjid, Dirjend PPMD selaku penyelenggara, dalam sambutannya menyampaikan beberapa isu
penting dikawal dalam rangka merealisasikan visi misi presiden adalah pemanfaatan dana desa dan penguatan kapasitas
pendampingan desa. Termasuk juga regulasi yang timpang tindih.
Dalam kesempatan sambutannya, Menteri sangat berbahagian krena bisa bertemu
dengn pr pejuang para pahlawan yang sampai hari inj belum diketahui, karena belum maksimal dampak positif dari
dana desa benar-benar dirasakan manfaaynya masyarakat. Menurut menteri dari Jombang ini, ini merupakan kunci, yaitu dana desa dapat dinikmati kemanfaatanya
oleh masyarakat desa. Klaim ini yang
masih kurang, tandasnya. Karena yang masih merasakan manfaat dana desa
masih elite desanya. Oleh karena itu,
menurut Halim penting bagi pendamping desa merubah cara berfikir, dan
bergerak menciptakan situasi di mana masyarakat merasakan betul kemanfaatan
dana desa.
Hakim juga mengingatkan kepada pendamping desa untuk
mencermati faktor penghambat mengapa dana desa belum dirasakan oleh masyarakat
secara optimal. Salah satu cara untuk
menjawab penghambat itu adalah membangun substansi otonomi dari desa. Karena
pasti tepat sasaran, tegasnya. Korprof perlu segera mengurai faktor
permasalahan tersebut, harapnya.
Sebelum mengakhiri sambutanya, Menteri yang dipanggil gus
Halim ini menyampaikan apresiasi presiden yang beliau terima saat bertemu
presiden, yang menyatakan bahwa kinerja Kemendesa sudah cukup baik, tinggal
meningkatkan terobosan inovasi desa.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar