ProFiles

ProFiles

Senin, 28 Oktober 2019

Inovasi Menjadi Kunci Mewujudkan Otonomi Desa


JAKARTA – DesaSultra
. Salah satu ujung tombak yang langsung bersentuhan dengam desa dari program pemberdayaan desa P3MD adalah pendamping lokal desa (PLD). Dalam rangka menguatkan potensi PLD dalam kerja-kerja pendampingan desa,  Kementerian Desa PDTT,  mulai 28 s/d 31 Oktober menyelenggarakan pelatihan master trainer atau TOT.  Melalui TOT ini, bertujuan menyiapkan pelatih yang nantinya akan diterjunkan untuk melatih seluruh PLD di Indonesia yang diselenggarakan di 33 provinsi.  Di pelatihan inilah nanti para PLD akan diperkuat pengetahuan serta keterampilannya dalam menganalisis sosial,  pengorganisasian masyarakat hingga keterempilan membangun ekosistem inovasi desa.

Pelatihan Master Resimen tersebut bertempat di Hotel Aston  Simatupang Jakarta Selatan. Berkenan hadir ada kesempatan itu Menteri Desa PDTT,  H.  Abdul Halim Iskandar, Sekretris Jenderal, Anwar Sanusi berikut seluruh jajaran pejabat eselon II, termasuk perwakilan Pertides dan Bank Dunia. Sekitar 200an peserta perwakilan tenaga ahli provinsi hadir memadati ruangan dengan mengenakan pakaian adat istiadat nusantara.

Taufiq Madjid, Dirjend PPMD selaku penyelenggara,  dalam sambutannya menyampaikan beberapa isu penting dikawal dalam rangka merealisasikan visi misi presiden adalah  pemanfaatan dana desa dan penguatan kapasitas pendampingan desa. Termasuk juga regulasi yang timpang tindih.

Dalam kesempatan sambutannya,  Menteri sangat berbahagian krena bisa bertemu dengn pr pejuang para pahlawan yang sampai hari inj belum diketahui,  karena belum maksimal dampak positif dari dana desa benar-benar dirasakan manfaaynya masyarakat.  Menurut menteri dari Jombang ini,  ini merupakan kunci,  yaitu dana desa dapat dinikmati kemanfaatanya oleh masyarakat desa.  Klaim ini yang masih kurang,  tandasnya.  Karena yang masih merasakan manfaat dana desa masih elite desanya. Oleh karena itu,  menurut Halim penting bagi pendamping desa merubah cara berfikir, dan bergerak menciptakan situasi di mana masyarakat merasakan betul kemanfaatan dana desa.


Hakim juga mengingatkan kepada pendamping desa untuk mencermati faktor penghambat mengapa dana desa belum dirasakan oleh masyarakat secara optimal.  Salah satu cara untuk menjawab penghambat itu adalah membangun substansi otonomi dari desa. Karena pasti tepat sasaran, tegasnya. Korprof perlu segera mengurai faktor permasalahan tersebut, harapnya.

Sebelum mengakhiri sambutanya, Menteri yang dipanggil gus Halim ini menyampaikan apresiasi presiden yang beliau terima saat bertemu presiden, yang menyatakan bahwa kinerja Kemendesa sudah cukup baik, tinggal meningkatkan terobosan inovasi desa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MENU UTAMA

Koptan Rumput Laut Buton Tengah Deklarasikan Gus Imin Presiden 2024

LAKUDO – SC. Sebanyak 36 orang anggota Kelompok Tani Rumput Laut Desa Matawine Kecamatan Lakudo Kabupaten Buton Tengah Sulawesi Tenggara me...